Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Profil

Profil

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Legenda Taekwondo Indonesia Era 80-90an Tampil Memukau di Kapolri Cup 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | Juli 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-12T00:09:26Z

 


Kejuaraan Kapolri Cup Series 7 Tahun 2026 menjadi ajang yang penuh kejutan dan inspirasi bagi pecinta taekwondo Indonesia. Pada Kamis, 9 Juli 2026, dua tokoh legendaris taekwondo nasional tampil memukau dalam kategori Master Poomsae Putra dan berhasil mencuri perhatian ribuan peserta serta penonton yang hadir.


Kedua legenda tersebut adalah Master Yefi Triaji dan Master Budi Setiawan, nama besar yang pernah mengharumkan Indonesia di kancah internasional pada era 1980 hingga 1990-an. Kehadiran mereka di arena pertandingan membawa nuansa nostalgia sekaligus menjadi bukti bahwa semangat berprestasi tidak mengenal usia.


Master Yefi Triaji dikenal sebagai peraih medali perak Olimpiade Barcelona 1992 pada kelas Fin Putra. Sementara itu, Master Budi Setiawan merupakan peraih medali perak kelas Fly Putra pada Kejuaraan Dunia Taekwondo tahun 1987 yang berlangsung di Korea Selatan. Prestasi keduanya menjadikan mereka sosok yang dihormati dalam sejarah perkembangan taekwondo Indonesia.


Pada Kapolri Cup 2026, keduanya turun pada kategori Under 65 Master Poomsae Putra. Meski dikenal sebagai mantan atlet kyorugi yang terbiasa bertarung di atas matras, mereka mampu beradaptasi dengan baik dalam disiplin poomsae yang menuntut ketelitian dan kesempurnaan teknik.


Penampilan kedua legenda tersebut mendapat sambutan luar biasa dari penonton. Setiap gerakan yang mereka tampilkan memancarkan pengalaman, kedisiplinan, dan pemahaman mendalam terhadap filosofi taekwondo. Tepuk tangan meriah terus mengiringi aksi mereka sepanjang pertandingan.


Berbeda dengan kyorugi yang mengandalkan strategi pertarungan dan kontak langsung dengan lawan, poomsae menuntut akurasi gerakan, keseimbangan, kekuatan, ritme, serta presentasi yang sempurna di hadapan para juri. Setiap teknik harus ditampilkan secara presisi untuk memperoleh nilai maksimal.


Menurut para peserta dan pecinta taekwondo yang hadir, penampilan Master Yefi Triaji dan Master Budi Setiawan menunjukkan bahwa roh seni bela diri taekwondo sesungguhnya tercermin dalam setiap rangkaian gerakan poomsae. Pengalaman panjang yang mereka miliki menjadi nilai tambah yang membuat penampilan mereka begitu berkelas.


Sebagai bagian dari komunitas Indonesia Taekwondo Master, kedua legenda tersebut mengaku bersyukur masih dapat terus berkarya melalui olahraga yang telah membesarkan nama mereka. Mereka berharap kehadiran para senior di arena pertandingan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berlatih dan mengejar prestasi.


Mereka juga menegaskan bahwa taekwondo bukan hanya sarana meraih prestasi, tetapi juga jalan untuk menjaga kesehatan, kebugaran, dan membangun karakter. Melalui kategori Master Poomsae, para atlet senior tetap memiliki ruang untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.


Kapolri Cup Series 7 Tahun 2026 sendiri berlangsung sangat meriah dengan diikuti sekitar 2.200 atlet dari berbagai kategori, mulai dari pra-cadet, cadet, junior, senior, hingga master, baik pada nomor kyorugi maupun poomsae. Dengan semakin banyaknya kejuaraan yang mempertandingkan berbagai kategori usia dan nomor pertandingan, diharapkan lahir atlet-atlet berprestasi baru yang mampu membawa taekwondo Indonesia semakin maju serta menjadikan olahraga ini sebagai salah satu primadona generasi muda dalam mengharumkan nama bangsa dan negara.

×
Berita Terbaru Update