Master Sulaksono, Pelatih Utama Laxuse Taekwondo Club (LTC), mengingatkan para taekwondoin bahwa perjalanan dalam seni bela diri tidak semata-mata tentang tingkatan sabuk. Menurutnya, sabuk merupakan simbol pencapaian dalam latihan, sedangkan karakter menjadi cerminan sejati dari pribadi seorang atlet.
Pesan tersebut tercermin dalam ungkapan, “Sabuk hanya menunjukkan tingkatan. Karakter menunjukkan siapa dirimu sebenarnya.” Kalimat itu menjadi pengingat bahwa semakin tinggi tingkat seorang taekwondoin, semakin besar pula tuntutan untuk memiliki sikap rendah hati, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu menghormati sesama.
Dalam latihan taekwondo, kenaikan tingkat dan sabuk tentu menjadi bagian penting dari proses pembinaan. Namun, pencapaian tersebut hendaknya tidak membuat seorang atlet merasa lebih tinggi dibandingkan orang lain. Justru, semakin tinggi kemampuan yang dimiliki, semakin besar pula tanggung jawab untuk memberikan teladan melalui perilaku dan sikap sehari-hari.
Master Sulaksono menekankan bahwa taekwondo bukan hanya membentuk kekuatan fisik dan kemampuan bela diri, tetapi juga membangun mental serta karakter. Disiplin dalam latihan, menghormati pelatih dan sesama atlet, berani mengakui kesalahan, serta mampu mengendalikan emosi merupakan bagian penting dari proses menjadi taekwondoin yang sejati.
Pesan tersebut merupakan nilai penting bagi keluarga besar LTC bahwa prestasi bukan hanya diukur dari warna sabuk atau kemenangan dalam pertandingan. Lebih dari itu, keberhasilan seorang taekwondoin terlihat dari karakter yang dibawanya dalam kehidupan. Sabuk boleh semakin tinggi, tetapi kerendahan hati, disiplin, dan karakter harus tetap menjadi fondasi utama.