-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Profil

Profil

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Teknik Saja Tak Cukup! Master Sulaksono Sebut Mental Jadi Senjata Atlet Taekwondo

Minggu, 13 September 2026 | September 13, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-14T01:58:52Z

 


Bekasi – Try out tiga klub taekwondo di Jatisari, Kota Bekasi, Minggu (13/9/2026), bukan sekedar menjadi ajang untuk menentukan siapa yang menang dan kalah. Bagi Master Sulaksono, kegiatan tersebut justru menjadi momentum untuk mengevaluasi kemampuan atlet sekaligus mengukur kesiapan mereka menghadapi tantangan pertandingan.

Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00–17.00 WIB itu mempertemukan Laxuse Taekwondo Club, Revolution Taekwondo Club (RTC), dan Champions Club. Ketiganya melaksanakan latihan bersama dan uji kemampuan dalam kategori kyorugy dan poomsae dengan melibatkan 105 atlet.

Laxuse Taekwondo Club mengikutsertakan 60 atlet di bawah arahan pelatih utama Master Sulaksono. Revolution Taekwondo Club (RTC) membawa 30 atlet dengan pelatih utama Master Ade Fitrajaya, sementara Champions Club mengirimkan 15 atlet di bawah binaan Master Jimmy Indrawinata.

Menurut Master Sulaksono, keberadaan lawan dari klub berbeda membuat atlet memperoleh pengalaman yang tidak selalu mereka dapatkan dalam latihan rutin. “Try out ini bukan hanya untuk melihat siapa yang menang atau kalah, tetapi lebih kepada evaluasi. Kami ingin melihat sejauh mana kemampuan atlet setelah menjalani latihan di klub, sekaligus mengetahui bagian mana yang masih harus diperbaiki,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kemampuan teknik bukan satu-satunya modal untuk menjadi atlet berprestasi. Mental bertanding, kemampuan mengendalikan emosi, fokus, serta keberanian mengambil keputusan juga harus terus diasah melalui pengalaman menghadapi berbagai karakter lawan.

“Kemampuan teknik saja tidak cukup. Atlet juga harus memiliki mental bertanding yang kuat. Try out ini kami jadikan kesempatan bagi atlet untuk belajar mengendalikan emosi, menjaga fokus, dan berani mengambil keputusan ketika menghadapi lawan yang berbeda,” tegas Master Sulaksono.

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya menjadi arena bagi atlet untuk menguji kemampuan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan lintas usia. Beragam kategori yang lazim dipertandingkan dalam sebuah event kejuaraan turut diasah dalam kegiatan ini, mulai dari super pra cadet usia 4–6 tahun, pra cadet 7–9 tahun, cadet 10–13 tahun, junior 13–16 tahun, hingga senior 17 tahun ke atas.

Kehadiran para orang tua taekwondoin juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Mereka memberikan dukungan secara langsung kepada putra-putri mereka selama mengikuti latihan dan uji kemampuan. Dukungan keluarga merupakan salah satu faktor yang membantu menjaga semangat anak untuk terus berlatih dan berani menghadapi tantangan di atas matras.

Kegiatan semakin istimewa dengan hadirnya Master Budi Setiawan, legenda taekwondo Indonesia, mantan atlet juara dunia Barcelona 1987 sekaligus sosok yang memiliki pengalaman sebagai pelatih Pelatnas. Kehadirannya memberikan motivasi tersendiri bagi atlet dan pelatih serta menjadi kesempatan untuk mendapatkan masukan dari tokoh berpengalaman dalam dunia taekwondo.

“Kehadiran Master Budi Setiawan menjadi motivasi besar bagi kami dan para atlet. Beliau memiliki pengalaman panjang di dunia taekwondo, sehingga masukan dan pengamatan beliau menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi pembinaan atlet,” kata Master Sulaksono. Dengan dukungan pelatih, orang tua, dan pengalaman bertanding lintas klub, try out ini diharapkan menjadi langkah penting dalam membentuk atlet yang tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga matang secara mental dan siap menghadapi kompetisi di masa depan.

×
Berita Terbaru Update